ONY MARTIN dot COM

"You may strive to be like Them, but seek not to make Them like You, by KG"

Keutamaan Wanita Sholehah

Posted on | January 23, 2012 | No Comments

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Baca selengkapnya:

AYO, Membaca dan Menghapal AL QURAN !

Posted on | January 21, 2012 | No Comments

Allah SWT berfirman,

قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ وَالَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى أُولَئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ

Katakanlah: “Al Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh”. (QS. Fushilat [41]: 44)

Rasulullah SAW bersabda,

من حفظ القرآن متعه الله بعقله إلى وفاته إي لا يصيبه في الكبر ذهاب العقل ولا الخرف

“Siapa yang menghafal al-Quran maka Allah akan menyenangkannya dengan akalnya hingga akhir hayatnya.”

Taman Surga

Posted on | January 20, 2012 | No Comments

Dalam beberapa hadits Rasul shalallahi alaihi ‘wasallam menyebutkan beberapa tempat di dunia ini yang diibaratkan sebagai ‘taman surga’ Jika kita mendapatkannya, sempatkanlah untuk menyinggahinya walaupun hanya sebentar.

Salah satu ‘taman surga’ tersebut adalah menjenguk saudara se-Islam yang sedang sakit. 

Rasulullah shalallahi alaihi ‘wasallam bersabda : “Seorang muslim jika menjenguk saudaranya sesama muslim yang sedang sakit tetap berada dalam taman surga hingga ia kembali” (H.R. Muslim).

Dalam hadist lain: “Siapa yang menjenguk orang sakit, maka ada yang berseru dari langit: ‘kamu adalah orang baik, dan langkahmu juga baik dan engkau berhak menempati satu tempat di surga.”
(Ibnu Majah, al-Tirmidzi, dan Ahmad)

Wassalam

Quran Surah An Nur ayat 21

Posted on | January 19, 2012 | No Comments

“Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya atas kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

”Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhahullah mengatakan:
“Fitnah (ujian/godaan) itu banyak jumlahnya dan bermacam-macam bentuknya. Dia datang silih-berganti dari waktu ke waktu. Seorang muslim yang berpegang teguh dengan agamanya senantiasa akan menghadapi berbagai ujian itu.
Barangsiapa yang selamat dari berbagai macam fitnah (ujian), berarti dia memiliki dua hal yang agung, yaitu keutamaan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang dilimpahkan kepadanya dan mendapatkan hidayah dari Allah Subhanahu WaTa’ala.

Beliau juga berkata: “Sesungguhnya keagungan agama Islam itu tersimpan dalam setiap ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam. Sehingga tatkala umat Islam menghadapi berbagai ujian dan cobaan, sudah ada jalan keluarnya di dalam ayat atau hadits tersebut. Bahkan, satu ayat atau hadits, bisa mengandung lebih dari satu jalan keluar. Sungguh, Islam datang membawa obat bagi setiap fitnah yang muncul, namun sedikit sekali orang yang terobati dengannya.

Wassalam

Quran Surah An Nahl ayat 50

Posted on | January 18, 2012 | No Comments

Mereka (Malaikat) takut kepada Rabb mereka yang berkuasa atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)
 
Dari Jabir ra, Rasulullah SAW bersabda : “Pada malam aku melakukan Isra’ aku melihat Jibril seperti ‘geriba’ yang basah kuyup karena takut kepada Allah. Sesungguhnya Allah mempunyai para malaikat yang urat-urat leher mereka gemetar karena takut kepada Nya, mata mereka menangis layaknya sungai hingga hari kiamat tiba”.
 
Allah berfirman : ‘Wahai para malaikatKu, apa yang membuat kalian takut, sementara kalian ada disisiKu?’

Para Malaikat menjawab :”Ya Rabbi, andaikata penghuni bumi melihat kemuliaan dan keagungan Engkau seperti kami lihat ini, tentu mereka tidak sanggup makan dan minum, tidak sanggup tidur, lalu mereka keluar ke tengah padang pasir untuk menguak disana seperti sapi yang menguak”
 
(Ibnu Qudamah al Magdisy dalam Kitab Minhajul Qashidin)

Semoga kita juga senantiasa ‘takut’ kepada Allah…

Wassalam

Do’a Memohon Akhlak Mulia

Posted on | January 17, 2012 | No Comments

Beberapa doa yang warid dari Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam untuk memohon memiliki akhlak yang mulia:

اللَّهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِي فَأَحْسِنْ خُلُقِي

“Ya Allah Engkau telah memperbagus penciptaanku, maka baguskanlah akhlakku.” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani)

اَللَّهُمَّ أَهْدِنِيْ ِلأَحْسَنِ اْلأَعْمَالِ ، وَأَحْسَنِ اْلأَخْلاَقِ ، لاَ يَهْدِي ِلأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ ، وَقِنِي سَيِّئِ اْلأَعْمَالِ ، وَسَيِّئِ اْلأَخْلاَقِ ، لاَ يَقِي سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah berilah petunjuk kepadaku untuk berbuat sebaik-baik amalan, sebaik-baik akhlak, tidak ada yang bisa menunjuki untuk berbuat sebaik-baiknya kecuali Engkau. Dan lindungi kami dari jeleknya amalan dan jeleknya akhlak, dan tidak ada yang melindungi dari kejelekannya kecuali Engkau”. (HR. An Nasa’i)

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ اْلأّخْلاَقِ وَاْلأَعْمَالِ وَاْلأَهْوَاءِ وَاْلأَدْوَاءِ

“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kemungkaran-kemungkaran akhlak, amalan-amalan, hawa nafsu, dan penyakit-penyakit.”. (HR. AtTirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Wassalam

Beruang

Posted on | February 13, 2010 | No Comments

Air sungai kecil itu terlihat tenang. Percik-percik air pun tak muncul dari balik bebatuan. Jernihnya air, mengalun seperti bunyi-bunyi angin dari kejauhan. Semilirnya yang terlihat menghembus, tak juga menerpa ujung-ujung rumput yang menjuntai di sisi kiri dan kanan. Hanya sesekali tampak ada kelok air, saat arus dari hulu menumbuk beberapa kerikil kecil. Setelah itu keadaan kembali hening. Cuma nihilnya suara jengkerik saja yang membedakan hari itu bukan lagi tengah malam.

Tiba-tiba ada kecipak air dari langkah kaki yang berat. Tampak seekor beruang, yang terlihat seperti sedang mencari sarapan. Badan besarnya membungkuk, tangannya mengapai-gapai mengoyak permukaan air. Beberapa ikan gabus kecil berlarian menyelamatkan diri, menghindar dari empasan tangan si pemakan ikan itu. Tapi sayang, ada satu ikan kecil yang kurang gesit. Siripnya tak lincah menghindari bongkah batu. Hap, berpindahlah ikan kecil itu ke tangan si beruang.

“Tolong…pak beruang. Lepaskan aku.” Terdengar teriakan mohon ampun dari si gabus. Tubuhnya meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari cengkeraman kuku-kuku tajam. “Badanku masih kecil. Pasti kamu tak akan kenyang dengan memakanku.” Beruang hitam itu tertegun mendengar ucapan dari sang ikan. Matanya terlihat meneliti hasil tangkapannya. “Lepaskan saja aku. Kalau aku besar nanti, kamu akan tetap bisa menangkapku. Dan pasti kamu akan lebih kenyang.” Lagi-lagi suara si gabus.

Sesaat sang beruang itu terdiam. Hewan itu tampak sedang berpikir. Gerakan si gabus pun mulai tenang. Dia tak lagi meronta-ronta. Alih-alih ketakutan, ikan itu terlihat optimis dengan ucapannya. “Kamu benar.” Ada suara yang membalas ucapan sang ikan. “Tapi aku tak pernah melepaskan tangkapanku, walaupun sekecil apapun.” Segera saja, dimasukkanlah ikan kecil itu kedalam mulut beruang. Beruang itu kembali berkata, “dan hari ini, kamu menjadi sarapan pagiku.”

*****

Sebab barangkali, pintu kesempatan dan rezeki itu tak mengetuk dua kali.

Linuxaholic Syndrome

Posted on | November 17, 2009 | No Comments

Beberapa hari yang lalu menjelang ramadhan, seorang sahabat mengirimkan pesan singkat yang isinya : “Explore hati kamu, buka data masa lalu… cari folderku lalu delete all file-file kesalahanku. Jika tidak bisa, scan aja pake antivirus. Selamat berpuasa.”

Dan dengan pede nya saya menjawab:
“Maaf, saya pake Linux. Gak punya Windows Explorer plus gak butuh antivirus karena Linux tak ber-Virus. Makanya kamu pake Linux juga dong biar hati kita bebas dari virus. Selamat berpuasa juga…”

Kualitas Sebuah Pensil

Posted on | October 25, 2009 | 1 Comment

Seorang cucu bertanya kepada neneknya yang sedang menulis dengan mempergunakan pensil.

Sang cucu bertanya : “Nenek lagi menulis tentang aku ya atau tentang pengalaman kita ?”

Mendengar pertanyaan cucunya, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,  “Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai.”  “Nenek berharap kamu bisa seperti pensil ini ketika kamu besar nanti” ujar sang nenek.

Mendengar jawaban itu, si cucu kemudian melihat pensil yang dipakai neneknya dan bertanya kembali kepada si nenek karena dia tidak melihat ada yang istimewa dari pensil yang dipakai neneknya. “Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya dan tidak ada yang istimewa.” ujar si cucu.

Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini.”  “Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa kamu contoh untuk membuat hidupmu selalu bahagia kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu didalam hidupmu.”

Si nenek kemudian menjelaskan ke – 5 kualitas dari sebuah pensil.

“Kualitas pertama, pensil mengajarkan kamu bahwa kamu bisa berbuat hal-hal yang hebat dalam hidupmu. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, dia tidak bisa bergerak dan menghasilkan karya dengan sendirinya. Kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang memegang dan selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”.

“Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadangkala harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan dalam bentuk pergumulan untuk menajamkan serta membuatmu terus bertumbuh sehingga menghasilkan kualitas yang lebih bagus karena proses tersebut akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.

“Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus untuk memperbaiki yang salah. Oleh karena itumemperbaiki kesalahan bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantumu menjadi lebih baik dan tetap berada pada jalan yang benar”.

“Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan bagian dalamnya yaitu arang yang ada didalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, jagalah selalu hatimu, karena dari dalam hatimu akan terpancar kualitas kehidupanmu.

“Kualitas kelima, sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan tanda, entah itu baik atau jahat. Oleh karena itu selalulah berhati-hati dan menjaga semua tindakan yang kamu lakukan”.

Sumber: Anonymous

Qurban Sang Nenek

Posted on | October 21, 2009 | No Comments

Saya punya cerita yang mudah-mudahan bisa menyemangati kita semua, (Dia Maha Kasih dalam memberi peringatan pada hambaNya).

Suatu siang yang panas di penjualan kambing kurban, waktu itu seorang teman minta ditemani membeli kambing untuk aqiqah putrinya.

Setelah pilih-pilih kambing, saya liat kambing yang paling bagus dan gemuk, temen saya nawar harganya, ehh … ternyata terlalu mahal untuk ukuran kantong temen saya…

Tiba-tiba datang seorang nenek tua, kira-kira berusia 70 tahunan, ternyata dia mau beli kambing juga. Dan milih kambing yang saya pilih. Iseng-iseng saya tanya, ‘buat apa kambingnya nek? si nenek bilang kalau dia mau beli kambing buat kurban. trus saya tanya lagi,’  kok belinya sendiri emangnya nggak ada anaknya, atau saudara nenek yang mau nganterin untuk beli kambing.??? ‘

ehhh, ternyata si nenek udah lama hidup sebatang kara, dan untuk ngidupin kebutuhan sehari-hari, dia jualan sapu lidi yang dibuatnya sendiri dari pelepah daun kelapa dan daun pisang.

iseng-iseng lagi niy, saya tanya,’ subhanallah ya nek, nenek masih sanggup berkorban.’ Si nenek pun tersenyum dan ini satu hal yang nggak bisa saya lupain, ternyata si nenek bukan saat itu saja berkorban tapi sudah beberapa tahun ia berkorban.

Ternyata dia menabung setiap hari seribu-dua ribu rupiah, hasil menjual sapu lidi dan daun-daun pisang (hasil nanya-nanya iseng lagee =D). Trus dia bilang, ‘Neng, gusti Allah sudah demikian sayang sama nenek, setiap  hari Dia memberi nenek nikmat-nikmat yang hanya dapat nenek hargai dengan beberapa ribu rupiah sehari, neng kalau Dia memberi rezeki lebih, sebenarnya nenek ingin pergi haji, tapi neng tahu sendiri ongkos ke sana berapa dan fisik nenek udah nggak memungkinkan…

Nenek tahu gusti Allah Maha kaya dan nggak perlu dengan uang beberapa ribu yang nenek korbani tiap hari, tapi hanya ini yang bisa nenek korbankan untuk membalas setiap nikmat-Nya…

Jegeeerr!!…
Seketika saya terkesiap, tiba-tiba rasa malu muncul dan mengalir deras dalam hati saya, ternyata seorang nenek mau bersusah payah berkorban tiap tahun untuk membalas berjuta nikmat yang telah dilimpahkan-Nya tiap hari, sedang saya yang telah di beri rezeki/gaji lebih terkadang masih merasa sayang, bila harus membeli kambing untuk berkorban atau bahkan tidak terpikirkan untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk qurban tahun depan, padahal saya sadar berqurban itu adalah perintah ALLAH.

‘Apa yang sudah ku perbuat untuk Tuhanku?? sedangkan aku setiap hari berikrar bahwa aku mencintainya…??? dan bahkan setiap hari Tuhanku tetap memberikanku begitu banyak rezeki walau aku….. Astagfirullahaladziim….’

Bayangan dan kekhawatiran tabunganku berkurang , perlahan-lahan menghilang, berganti dengan bayangan gema Takbir saat begitu banyaknya orang-orang yang membeli kambing, domba dan sapi untuk di sembelih dengan menyebut asma Allah.

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar.. Laillahaillah Wallahuakbar…

(source: tidak di ketahui…)

keep looking »
  • Follow onymartin on Twitter
  • Flickr Photo Album

    I Love The View

    I Want to Shoot

    Penjual Bunga

    Penjual Semanggi

    So, Could I Take Your Picture ?

    Niece & Auntie

    Auntie Nunuk

     please visit my ...

  • ADMIN